Kamis, 13 Desember 2018, WIB

Jumat, 23 Nov 2018, 16:11:21 WIB, 40 View Rosanna Wulandari, SE.,MM., Kategori : Internal

Berdasarkan UU no 12 2012 tentang Pendidikan Tinggu ( UU DIKTI ) dengan mengaturnya di dalam satu bab tersendiri, yaitu Bab III UU DIKTI. Pasal 53 dalam Bab III UU Dikti tersebut mengatur bahwa SPM Dikti terdiri atas :

Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang dikembangkan oleh Perguruan Tinggi dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) yang dilakukan melalui akreditasi
Selanjutnya, dalam pasal 52 ayat (4) UU DIKTI, diatur bahwa SPM DIKTI didasarkan pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD DIKTI). Dengan dikukuhkannya dalam UU DIKTI, maka semua perguruan tinggi di Indonesia Berkewajiban menjalankan SPM DIKTI sesuai dengan kekhasan Perguruan Tinggi sendiri sehingga dapat dikembangkannnya Budaya Mutu di Perguruan Tinggi.

Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) adalah kegiatan sistemik penjaminan mutu pendidikan tinggi oleh setiap perguruan tinggi secara otonom atau mandiri untuk mengendalikan dan meningkatkan penyelenggaraan pendidikan tinggi secara berencana dan berkelanjutan.

Dengan demikian, setiap perguruan tinggi dapat mengembangkan sendiri SPMI antara lain sesuai dengan latar belakang sejara, nilai dasar yang menjiawai perguruan tinggi itu, jumlah studi dan sumber daya manusia, sarana dan prasarana perguruan tinggi tersebut tanpa campur tangan pihak lain.

SPMI dilakukan untuk mencapai

  • Kepatuhan terhadap kebijakan akademik, standar akademik, peraturan akademik, dan manual mutu akademik,
  • Kepastian bahwa lulusan memiliki kompentensi sesuai dengan yang ditetapkan di setiap program studi,
  • Kepastian bahwa setiap mahasiswa memiliki pengalaman belajar sesuai dengan spesifikasi program studi, dan
  • Relevansi program pendidikan dan penelitian dengan tuntutan masyarakat dan stakeholders lainnya.

SMPI bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara berencana dan berkelanjutan. Tujuan ini hanya dapat dicapai apabila perguruan tinggi telah mengimplementasi SMPI dengan baik dan benar, dan luarannya diminta akreditasi (SMPE). Seberapa jauh pergruruan tinggi melampui SN DIKTI (Standara Nasional Pendidikan Tinggi) yang ditujukan dengan penetapan Standar DIKTI yang ditetapkan perguruan tinggi tersebut merupakan perwujudan dari dua tujuan lain dari SPMI, yaitu untuk :
Pencapaian visi dan pelaksanaan misi perguruan tinggi tersebut, dan pemenuhan kebutuhan pemangku kepentingan (stakeholder) perguruan tinggi tersebut.

Selain itu SPMI berfungsi sebagai :

  1. Bagian dari upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi
  2. Sistem untuk mewujudkan visi dan melaksanakan misi perguruan tinggi
  3. Sarana untuk memperoleh stattus terakreditasi dan peringkat terakreditasi program studi dan perguruan tinggi
  4. Sistem untuk memenuhi kebutuhan pemangku kepentingan perguruan tinggi

Sosialisasi SPMI yang dilakukan oleh  Lembaga Penjaminan Mutu STIE PGRI merupakan upaya untuk memberikan pemahaman tentang bagaimana tahapan pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal STIE PGRI Sukabumi dilaksanakan sesuai siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Peningkatan dan Pengendalian) Mutu. Setelah kegatan ini diharapkan semua pemangku kepentingan dan stakeholders diharapkan memiliki komitmen yang sama untuk mampu bekerja secara optimal dalam melaksanakan penjaminan mutu di STIE PGRI secara berkelanjutan.





Tuliskan Komentar