Selasa, 19 Februari 2019, WIB

Sabtu, 12 Jan 2019, 15:14:02 WIB, 64 View Ahmad Gunawan, Kategori : Internal

 

 

Diawali oleh Pembawa Acara, ibu Noornisa Sarah, S.Sos.,M.Si, dan dibuka oleh Ibu Rosanna Wulandari, SE.,MM., dengan sambutan “ Dipagi yang cerah ini, kita akan melakukan Sidang Komprehensif ke 9 tahun 2018, saya disini mewakili ketua yang tidak bisa hadir dikarenakan sedang menghadiri MUSRENBANG RPJMD di Pemda Kota Sukabumi, saya ucapkan selamat Datang kepada semua Peserta Sidang, calon Sarjana, yang pada hari ini berdasarkan laporan data peserta sidang sebanyak 75 orang, tidak banyak yang akan saya sampaikan, saya hanya memohon kita semua diberi kelancaran dan juga kesuksesan, karena hari ini bisa dianggap sebagai hari penentuan perjuangan anda selama 4 tahun kuliah disini,

Sidang Skripsi ini adalah sebuah titik dimana anda harus membuktikan apa yang sudah anda dapatkan selama ini, mungkin momennya bisa dibilang tidak pas karena bersamaan dengan liburan, tapi setidaknya kita bisa tersenyum tidak terlalu tegang menghadapi sidang skripsi ini.” “Ada sebuah cerita, dimana cerita ini menggambarkan kehidupan kita melihat dan mengharapkan ketika kehidupan itu sesuai dengan apa yang kita inginkan dan harapkan, perfect. Sebenarnya apa dibalik “perfect”nya anda itu, contohnya ketika anda mengalami sakit dan berkonsultasi dengan dokter dan anda menyampaikan ke dokter apa yang anda rasakan, keluhan anda, dokterpun pasti bertanya “sakit apa pak?”, apakah dokter itu orang paling pintar?, tapi sebelum dokter itu memberikan obat, dokter pasti sebelumnya bertanya tentang sakit dan keluhan kita, apakah dokter itu pintar? Padahal dokter tidak tahu apa sakit/keluhan kita? Pasti ditanyakan terlebih dahulu. Dan ketika kita menyampaikan keluhan/sakit, kita menyampaikan “ada yang tidak beres dengan badan saya dok…”, apakah ketika kita sakit akan merasakan baik-baik saja? Pasti akan ada satu interupsi atau protes dari diri anda dan berkesimpulan bahwa diri anda sedang tidak baik. Padahal sebenarnya banyak yang bisa anda lakukan ketika anda sedang merasakan sakit itu, mungkin karena kelebihan bekerja, tidak makan, tidak istirahat, berarti anda dzolim kepada diri anda sendiri, banyak main game, begadang, yang bisa disalahkan siapa? Dari sakit itu sebenarnya kita bisa mengambil pelajaran, ada yang tidak beres dengan diri kita, pola hidup kita dan lain-lain, karena sakit itu ga mungkin ada apabila kita menjalani hidup sesuai dengan aturan, oleh karena itu, bagaimana kita melihat bahwa sakit itu bukan hal yang mengerikan, kita bisa belajar dari sakit itu, makanya, pesan dari saya “Jangan lupa tersenyum..” kenapa? Karena hal-hal sulit akan berubah jadi mudah ketika kita tersenyum, “Udah Susah, mau sidang, ketemu dosen penguji yang “KILLER” kita manyun juga …”

Pesan ibu Rosanna, “Semangat, yakin sudah mempersiapkan diri jauh-jauh hari hingga sempurna, berharap dan berdoa agar mendapatkan hasil yang maksimal dan terbaik” Setelah memberikan sambutan, kemudian sidang komprehensif ke 9 secara resmi dibuka.

 

 



Selasa, 13 Nov 2018 Pembukaan Sidang Skripsi Gel-2

Tuliskan Komentar